Ayana akhirnya dapat bernapas lega setelah Adam meninggalkan area dapur. Pria itu hanya mengambil sebotol anggur dari lemari pendingin dan kembali ke ruang tengah tanpa berkata apa-apa padanya. Bahkan melirik ke arahnya saja sepertinya tidak. Ayana lantas menghentikan gerakan tangannya yang tengah mengelap meja dapur. Gadis itu mendudukkan diri di kursi makan sembari menyenderkan punggungnya. Beberapa kali napas berat terdengar keluar dari bibir ranumnya. "Sampai kapan sih aku harus kaya gini terus? Bukannya bisa move on, aku jadi kepikiran sama doi terus." gumam Ayana menatap langit-langit dapur dengan wajah muram. Cukup lama Ayana terdiam di tempatnya berada sekarang. Semua pekerjaan telah dia selesaikan. Hanya tinggal menunggu kedatangan Emily dan menyiapkan makan malam saja nanti.

