Netra coklat Ayana berpendar sayu sesaat setelah Adam melepaskan pangutan bibir mereka. Gadis itu masih terpaku, larut dalam kelembutan sentuhan yang Adam berikan beberapa saat lalu. "Saya menginginkan kamu, Baby." ujar Adam berbisik tepat di depan wajah Ayana. Bahkan saking dekatnya, bibir mereka nyaris bersentuhan. Jari jemari Adam bergerak membuai wajah Ayana dengan lembut. Membuat kelopak mata sang gadis refleks terpejam menikmati sentuhan penuh kehangatan tersebut. Adam tersenyum samar memandangi wajah cantik Ayana. Jantungnya bergemuruh hebat dengan perasaan hangat yang menghinggapi. Pria itu bukan anak kemarin sore yang tidak mengerti akan apa yang dia rasakan sekarang. Sudah jelas, dirinya memang benar-benar jatuh dalam pesona gadis cantik itu. Tanpa ragu, Adam kembali menempel

