Malam yang Ayana nantikan sejak tadi akhirnya tiba. Setelah makan malam selesai, Ayana menggiring Emily untuk masuk ke dalam kamarnya. Selagi dirinya berbicara dengan Adam di ruang tengah. "Ada yang ingin Ayana omongin sama Om Adam." kata Ayana sesaat setelah dirinya duduk di sebrang Adam.Dan bertemu pandang dengan pria itu. Adam meletakkan kacamata bacanya. Lantas menutup buku yang sempat dia baca. Atensinya kini sepenuhnya tertuju pada Ayana yang memilih duduk di sebrang sana. Seperti sengaja memberikan jarak yang membentang di antara mereka. "Bicara apa?" tanya Adam dengan suara tenang. Namun jelas sekali jika nadanya begitu dingin. Sama seperti Adam yang pertama kali Ayana kenal dulu. Ayana merasakan suaranya tercekat di tenggorokan. Rasanya begitu sulit untuknya bersuara setelah m

