Pagi-pagi sekali, Ayana sudah berkutat di dalam dapur. Rencananya setelah Emily berangkat ke sekolah, Ayana akan langsung pergi ke tempat kosnya. Rasanya dia sudah tidak sabar ingin merasakan tinggal seorang diri. Walaupun di sisi lain dia juga merasa berat meninggalkan rumah ini. Hari masih begitu pagi ketika Ayana selesai dengan tugasnya di dapur. Gadis itu lantas melanjutkan pekerjaannya mengepel lantai seluruh ruangan. Ayana bekerja sesuai jadwal yang pernah Adam berikan dulu. Setiap dua hari sekali lantai rumah harus selalu di pel agar tetap bersih. Peluh membasahi sekujur tubuh Ayana. Beberapa kali gadis itu tampak menghentikan gerakannya untuk menyeka keringat. Tidak ada keluhan sedikitpun terlontar dari bibir gadis itu. Ayana menjalani pekerjaannya dengan senang hati dan ikhlas.

