Setelah Emily dan Adam berangkat ke sekolah, kini giliran Ayana yang pergi meninggalkan rumah. Gadis itu tengah menarik koper besar miliknya menuju jalan besar. Jarak tempat kos dari rumah Adam hanya menghabiskan waktu lima belas menit dengan berjalan kaki. Tapi kali ini Ayana memutuskan untuk naik taksi saja karena tidak sanggup berjalan jauh dengan barang bawaannya yang cukup banyak. "Kenapa nggak ada satupun taksi yang lewat." gerutu Ayana kesal. Sudah hampir sepuluh menit dirinya menunggu, namun tidak ada satupun taksi yang lewat. Di tengah kekesalannya itu, sebuah mobil tiba-tiba saja berhenti tepat di depan Ayana yang tengah duduk di halte bus. Kaca jendela mobil terbuka, menampilkan sosok yang Ayana kenal. "Butuh tumpangan, Nona?" tanya pemilik mobil tersebut dengan senyum miri

