Ayana menangis tergugu tanpa suara di pojok kamar Emily. Gadis itu terduduk, memeluk lututnya dengan wajah sembab. Ayana berusaha menahan isakan pilu yang mendesak keluar dari bibirnya. Tak ingin membuat Emily terjaga dari tidur lelapnya. Jujur saja, Ayana mulai merasa lelah dengan kisah percintaannya yang bertepuk sebelah tangan. Segigih apapun dia berusaha, hasilnya masih tetap sama. Apapun yang telah dia lakukan untuk menaklukan hati Adam, nyatanya tak membuat cinta pria itu pada masa lalunya goyah. Jika kemarin Ayana masih bisa tersenyum dan seolah tidak terjadi apa-apa. Kali ini Ayana tidak bisa terus berputar baik-baik saja. Hatinya begitu terluka, dengan semua yang telah terjadi. Ucapan Adam beberapa waktu lalu masih terngiang-ngiang di telinganya. Tentang penegasan pria itu bahw

