Jonathan pulang dengan terburu-buru, tak lagi memedulikan Alaric yang masih duduk bersilang kaki di ruangannya. Alaric tersenyum getir, kemudian ia berdiri, merapikan jasnya dan berjalan ke luar ruangan sambil berpesan pada sekretaris Jonathan yang masih ada di sana. “Kemasi semua barang-barang papa, hari Jumat harus sudah bersih karena aku akan pindah ke sini.” “Baik, Pak.” Setelah menyelesaikan sisa pekerjaan di hari itu, Alaric langsung pulang ke rumah. “Ella mana, Bi?” tanya Alaric pada Bi Lastri yang sedang membersihkan ruang tengah. “Neng Ella masih mandi, Mas Al. Kok tumben hari ini cepet pulang?” sahut Bi Lastri ramah. Alaric tak menjawab, ia justru mengeluarkan sebuah amplop cokelat dari tasnya dan meletakkannya di atas meja di hadapan Bi Lastri. “Apa ini, Mas Al?” tanya Bi