Persis setelah Alaric menegakkan punggungnya kembali, Dilan yang duduk satu meja dengannya tiba-tiba berdiri. "Kamu curang!" Semua mata langsung beralih menatap Dilan yang berdiri dengan wajah memerah, jari telunjuknya mengarah pada Alaric. Ruangan yang tadi penuh sorakan bahagia mendadak senyap. Orang-orang mulai berbisik, bingung dengan situasi yang tiba-tiba berubah tegang. Alaric menatap Dilan dengan ekspresi datar, tetapi sorot matanya tajam. "Apa maksudmu, Dilan?" tanyanya dengan nada yang tetap tenang, meski ada ketegangan yang terasa di udara. Dilan tertawa sinis. “Jangan berpura-pura tidak tahu. Aku mendengar obrolanmu dengan salah temanmu sebelum voting dimulai. Kamu bilang, ‘kamu sudah menjalankan perintahku?’, lalu dia menjawab ‘semuanya beres’.” Ia mengutip obrolan Alaric