Ella kembali ke ballroom dengan langkah sedikit goyah, meskipun ia berusaha tetap tenang. Pikirannya masih berkecamuk dengan kemungkinan yang baru saja menyadarkannya di kamar mandi. Namun, saat ia melangkah masuk, ia mendapati seluruh ruangan dalam keadaan tegang. Penghitungan suara telah mencapai tahap akhir. Di layar besar, angka-angka terus bertambah, semakin mendekati hasil akhir. Nama CFO BSD Group tampak mengungguli nama Alaric. Ella bergegas kembali ke meja utama, di mana Alaric duduk dengan rahang mengeras, matanya terpaku pada layar. Genggaman tangannya di atas meja mengepal erat. Ia menyentuh bahu suaminya lembut. “Aku sudah kembali,” bisiknya. Alaric menoleh cepat, sorot matanya langsung berubah dari penuh ketegangan menjadi khawatir. “kamu nggak apa-apa?” tanyanya saat m