Melihat wajah Altares saat ini yang terlihat marah membuat Velove meneguk ludahnya kasar. Dia tak mengira jika Altares akan marah kepadanya seperti ini. Velove langsung menunduk tatkala mata Altares terus menatapnya tajam. Dagu Velove di raih Altares agar Velove mau menatap matanya. "Bilang sama lihat aku, kamu mau kemana?" tanya Altares dingin. Velove meneguk ludahnya kasar, dia tak tahu jika Altares akan marah seperti ini. Altares mendekatkan wajahnya pada Velove. Tapi Velove reflek memejamkan matanya. Altares yang melihat mata Velove tertutup tersenyum samar. Perlahan kedua tangannya berpindah, dan detik berikutnya mata Velove terbuka lebar. Altares menggendongnya dan membawanya kembali ke ranjang. "Tidur, besok siang kita pulang." Velove berkedip tak percaya, tapi melihat waja

