13. Memaafkannya? Tidak Semudah Itu.

1127 Kata

“Selamat datang Tuan Muda,” sapa beberapa pelayan di rumah besar yang baru saja William masuki. Pria itu hanya mengangguk sekilas lalu melanjutkan langkah ke ruang makan di mana semua orang berkumpul. “Kau datang?” Sapa seorang pria yang sudah mulai tua itu tapi tampak segar bugar. Bola mata William melirik seseorang yang duduk di salah satu kursi meja makan itu sekilas lalu dia menarik kursi lain yang agak jauh. “Kenapa kau di sini?” William bertanya dengan nada dingin. Namun apa yang dia lakukan dengan tanpa perasaan itu justri di balas dengan senyum hangat yang membuat William sedikit tak nyaman. “Sudah lama aku tak mengunjungi Paman dan Bibi jadi aku datang,” katanya dengan suara lembut meskipun tampak sibuk mengisi setiap piring yang ada di meja untuk beberapa orang. “Kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN