59 - Fakta Menyakitkan

1360 Kata

Kedai es krim langganan Nera dan Fatih di sore hari, tak terlalu ramai pengunjung. Masih ada beberapa meja yang terlihat kosong. Beruntung, saat tiba di sini tadi, ada satu meja kosong di teras kedai. Fatih dan Nera memilih duduk di sana. Itu tempat favorit mereka. Makan es krim sambil menikmati pemandangan tumbuhan hijau dan lalu lalang kendaraan bermotor, sesekali diterpa angin sepoi-sepoi yang menyegarkan, itu jauh lebih baik daripada hanya duduk di dalam ruangan yang dikelilingi tembok putih. “Haaaaah…” Nera menghela nafas. “Rasanya aku hidup lagi.” Ia baru saja menyuapkan sesendok penuh buah-buahan potong dan es krim vanilla. Sensasi dingin dan menyegarkan segera memenuhi rongga mulutnya. Berkat itu, amarahnya yang tadi mendidih segera mereda. “Apa yang terjadi, Ra? Kenapa kamu ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN