Rion menoleh ragu pada Bella yang sedang menyantap martabak favoritnya. Hatinya masih tak tenang sebab tak ada kabar dari Ken. Dibukanya kancing kemeja, melepaskan karena gerah seharian di kantor. "Kamu masih sering chat sama Ken, Bel?" "Terakhir kali seminggu yang lalu." "Aku tanya kabar Naina dari tiga hari yang lalu, tapi pesanku nggak masuk ke WA-nya." Wanita itu meletakkan potongan martabak pada kotak, menatap serius suaminya itu. "Kamu masih mikirin Naina?" Rion bungkam, menarik handuk dari gantungan dan kembali menatap serius. "Kamu minta aku untuk bertahan, Bella, tapi bukan berarti aku berhenti mikirin mereka." Bella terhenyak. "Hati dan pikiranku ini milikku. Tolong jangan lebih egois dari ini atau aku akan membencimu!" Bella memegang perutnya mendengar serapah Rion. S