Kamu harus hamil lagi

1096 Kata

Hanum menyodorkan sebotol air mineral pada Bahran. Laki laki yang sedang termenung itu menerimanya dan membalas senyuman istrinya dengan senyuman berat. " Maaf ya kak, semua jadi tertunda " ucap Hanum sambil melipat tangan di d**a. Cuaca malam itu sangat dingin. Bahran menoleh dan menatap wajah Hanum yang menyamping. Cantik. Ia harus akui itu, meski secara visual Cintia memenangkan kategori cantik versi para pria. Tapi Hanum tidak hanya sekedar cantik fisik. Hatinya sangat cantik. Selalu punya keinginan menolong sesama. Pantas saja mama jatuh cinta padanya. Bahran menanggalkan jaketnya dan mengenakan ke tubuh Hanum. Ia menikmati keterpanaan Hanum atas tindakannya. " Kamu lebih sabar menungguku, aku juga akan melakukan hal yang sama " tanggap Bahran sambil mendekatkan bahunya dengan bah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN