Ia tidak tahu, mengapa ada orang ini di hadapannya. Maksudnya, ia tidak menyangka, bahwa dirinya akan membolos pelajaran demi duduk berhadapan dengan Aditya di kantin sekolahan. Viola bahkan lupa, bagaimana cerita awalnya, hingga mereka bisa bertemu dalam ruangan persegi itu? Aditya menahan tawa. Benar, pikirnya. Wajah itu memang tidak asing baginya. Wajah Viola terlihat nyata. Dia sangat mirip dengan Nadia, adik yang gagal ia jaga hingga akhir hayatnya. Ada setitik bening berkumpul di sudut mata Aditya. Semenit saja ia bertahan tanpa ada kata-kata keluar dari mulutnya, mungkin ia benar-benar akan tertawa terbahak-bahak. Karena, ia seperti melihat Nadia di diri Viola sekarang. Nadia ... adiknya yang telah tiada. Miris. "Kenapa?" tanya Viola. Gadis itu tampak kebingungan. Aditya men