BLAS • 21

1609 Kata

Viola lebih banyak terdiam setelah pertemuannya dengan Aditya berakhir. Ia nyaris melamun di saat guru mengajar dan tidak fokus ketika diajak bicara oleh Kania maupun Maxel. Konsenterasinya pecah. Ia seperti memikirkan banyak hal dan melupakan dunia nyata. Tenggelam dalam pikiran yang entah mengapa membuat wajahnya semakin murung saja. Viola hanya memikirkan Bintang. Satu laki-laki yang sejak dulu ia kagumi sebagai kakaknya. Orang yang selama ini membantu serta melindunginya. Bintang baik, sangat baik. Karena itulah Viola mengaguminya. Bintang itu sempurna di mata Viola. Namun kini ia bertanya, apa alasan Bintang menjadikan Viola kekasihnya? Padahal mereka tahu, keduanya sama-sama tabu bila bersama. Hubungan mereka dosa. Tabu, seperti aib yang tidak akan memiliki jalan keluar setelahn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN