“Kita satu sekolah.” “Uhuk...uhuk!” Irina terbatuk karena tersedak kuah dari mie yang ia makan setelah mendengar jawaban mengejutkan dari Gaia. Irina menepuk-nepuk dadanya sendiri dengan tangannya. Segelas air di sodorkan oleh Gaia pada Irina yang tak kunjung berhenti dari batuknya. Tanpa menunggu batuk Irina berhenti, Gaia membereskan peralatan makannya yang sudah ia gunakan dengan kecepatan makannya yang membuat Irina termangu tak percaya. Irina menghela nafas pelan untuk menetralkan kembali nafasnya yang semula tercekat karena perkataan dari Gaia yang mengatakan bahwa mereka satu sekolah. “Maksudmu kita? Aku sama kamu?” tanya Irina masih tak mempercayai perkataan dari Gaia. Irina tentu saja tidak mempercayainya. Jika Gaia satu sekolah dengannnya bagaimana bisa ia sama sekali tida