Irina berjalan dengan pelan ditengah lampu yang gelap gulita. Ia sangat ingin menyalakan lampu ruangan, namun ia tidak ingin membangunkan seisi rumah karena ia yang kelaparan dan membuatnya malu dihadapan pria itu. Oh, ya dimana pria m***m itu?! batinnya. Ia tak melihat lelaki itu disampingnya saat ia tertidur tadi. Bukan berarti ia merasa rindu pada pria itu, namun semenjak ia tinggal di rumah ini, saat ia bangun ia akan mendapati Rayen terkadang tertidur pulas disampingnya dengan tangan yang melingkar dipinggangnya erat. Ah, lupakan. Bukan saatnya meningat hal seperti itu. Irina kembali fokus pada langkah kakinya. Saat Irina akan memasuki ruangan dapur, ia dikejutkan dengan sesosok bayangan hitam yang melintas didepannya. Bayangan itu terlihat mencurigakan. Irina mengendap masuk kedala