Entah karena lelaki ini sedang dalam keadaan mabuk atau tidak, tapi sepertinya lelaki ini dalam keadaan sadar sepenuhnya. Mengingat saat ia berdekatan dengan lelaki ini, ia tak mencium bau alkohol dari dirinya. Ah, atau mungkin, ini memang adalah salah satu rayuan yang ia gunakan untuk menjerat setiap wanita yang ia inginkan. Tentu saja ia harus segera menghindarinya, dari awal mereka bertemu, ia sudah merasa dibuat sangat kesal oleh lelaki ini. Jadi tidak mungkin ia akan terjerat begitu saja oleh lelaki flamboyan ini. Tidak akan mungkin, tekadnya. Namun, kata-kata Dimitri selanjutnya membuat Gaia terpaksa berhenti melangkahkan kakinya untuk sesaat. “Apa kau melihat kebohongan di mataku?” tanya Dimitri dengan nada suara yang Gaia akui masih terdengar tidak main-main di telinganya, “Kau s