Keira memilin rambut panjangnya, tenaganya ia kerahkan sepenuhnya untuk meyakinkan Daniel yang belum mengeluarkan sepatah katapun. Kemampuan akting Keira pun terasah, ia tak segan menangis saking mengiba belas kasihan Daniel kepadanya. “Aku akan pergi dari hidupmu, selamanya. Tapi plis... beri aku kesempatan berpamitan sekali saja. Aku ingin kamu datang ke apartemenmu, sebentar saja. Setelah itu aku akan keluar dari sana dan tidak akan menampakkan diri lagi di hadapanmu.” Ujar Keira seraya terisak. “Sebentar aja Niel, ijinkan aku melihat kamu untuk terakhir kalinya.” Timpal Keira dengan isakan yang semakin menjadi-jadi. Masih belum ada jawaban dari seberang, membuat hati Keira kian resah dan khawatir bahwa aktingnya tidak mempan menunjukkan kesungguhan hatinya. Hatimu terbuat dari apa s

