Pagi yang masih terlihat gelap di luar, hujan deras yang menyapu bersih pengap di bumi. Rintiknya yang jatuh ke tanah, memberi kesegaran pada dahaga panjang yang telah lama tidak ditetesi kesejukan. Suara air yang turun dari hujan itu melenakan orang-orang yang masih terjaga dalam tidurnya, membuat mereka menarik selimut lebih rapat dan enggan beranjak di sana untuk memulai aktivitas. Tapi tidak ada istilah bermalas-malasan di atas ranjang empuk bagi seorang Vania, di subuh buta yang udaranya cukup dingin itu, ia sudah sepenuhnya sadar dan bangun dari posisi tiduran. Tangan Daniel yang masih memeluknya dari belakang pun ia singkirkan perlahan, berhati-hati agar tidak membangunkan pria itu dari tidurnya. Menatap wajah polos Daniel yang sedang tertidur membuat Vania menarik seulas senyuman

