"Va, mandi saja dulu. Nanti gantian biar nggak kemalaman." pinta Daniel yang berniat membuat Vania menepi dulu dari kamarnya. Vania memicingkan sepasang matanya, ada ide liar yang timbul dalam benaknya. Ia pun menyoroti suaminya dengan tatapan nakal, "Hmm... Kenapa nggak mandi bareng aja mas? Kan lebih hemat waktu." Gumam Vania sambil menyunggingkan senyum manja. Sepasang alis Daniel bergerak sedikit naik dari posisi asalnya. Merespon ajakan yang berkonotasi undangan untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar mandi. Daniel menelan ludah, harus ia akui ajakan itu sebagai kode keras yang semestinya tidak ia sia siakan. Namun tidak bisa, Daniel harus menguatkan hati untuk menahan godaan itu sejenak. Biarlah, mengulur sesaat waktu bercinta mereka demi sesuatu yang lebih bermakna. "B

