“Mama... Laurent mau ikut mama tinggal di rumah oma.” Pekik Laurent tersedu sedan saat menatap wajah ibunya lewat panggilan video. Hati Vania serasa runtuh mendengar rengekan anaknya yang terdengar pilu itu. Meskipun baru berpisah beberapa jam, namun Vania merasa tak sanggup berjauhan dengan putri kecilnya. “Iya, mama ke sana sekarang. Tunggu mama ya, Laurent jangan nangis lagi.” Desi dan Maria yang mendengar respon itu saling pandang, kemudian reflek Desi menyentuh pundak Vania, ikut menatap wajah mungil Laurent di dalam layar. “Vania, jangan gegabah! Kendalikan dirimu dulu nak. Biarkan Laurent dengan papanya dulu.” Desis Desi pelan di dekat daun telinga Vania. “Tapi ma, kasian Laurent pasti kangen kita. Aku belum pernah berjauhan kayak gini sama dia, aku nggak tenang ma.” Jawab Vania

