TAMPARAN KERAS

1623 Kata

Sepuluh menit yang lalu... Lusi segera berdiri saat melihat bosnya muncul di ambang pintu, sejak tadi ia sudah menunggu kedatangan pria itu saking pentingnya hal yang ingin dia sampaikan. Daniel yang melihat raut wajah Lusi, seperti bisa membaca jalan pikirannya. “Ada hal penting apa?” Tanya Daniel to the point. Lusi agak kikuk, sebenarnya merasa takut dimarahi namun ia tidak bisa berbuat banyak. “Anda ditunggu pak Arman di ruang kerja. Saya sudah berusaha mencegahnya tetapi dia memaksa masuk. Maafkan saya pak.” Ujar Lusi merasa bersalah. Daniel menghela napas, belum sempat ia menjeda sejenak ketegangan, kini sudah muncul orang yang pasti akan mengajaknya adu urat. “Ya sudahlah.” Jawab Daniel sekenanya kemudian menguatkan hati untuk masuk ke dalam ruangannya. Ketika pintu terbuka, pem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN