Hampir setengah jam lamanya tangisan si kecil Laurent belum juga berhenti. Di tengah malam tiba-tiba tangisan bayi satu bulan itu mengusik tidur Daniel yang nyenyak. Perlahan ia membuka matanya, melihat Vania dan susternya yang berusaha menenangkan si bayi itu. “Kamu mau apa sayang? Kan udah minum s**u, nggak pup juga. Mana yang nggak enak? Kasih tahu mama....” Ujar Vania yang bingung harus berbuat apa. Pasca Desi pulang ke rumahnya setelah setengah bulan di sini menemaninya, Vania masih merasa kelabakan jika bayinya menangis. Ia tidak tahu lagi apa yang tidak beres dengan bayinya sehingga seringkali menangis. Daniel menggelengkan kepalanya sembari berdecak, konyol rasanya melihat Vania yang memperlakukan bayi itu seolah bisa dimengerti. Kalau bisa kasih tahu, berarti dia sudah bisa bi

