KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN

1321 Kata

  Tangisan bayi memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya, memenuhi seisi rumah yang memang sering dihuni kesunyian. Semenjak Vania pulang dari rumah sakit, suasana rumahnya berubah lebih berisik oleh tangisan bayinya. “Cup Cup sayang... kenapa nangis? Popoknya udah penuh ya? Oh... lagi pup, sini oma bersihin.” Desi berbicara dengan suara yang dibuat seimut mungkin pada bayi mungil yang sedang menangis dalam tempat tidur bayinya. Vania beringsut mendekati Desi yang tampak menyiapkan popok pengganti. “Biar Vania aja, ma.” Jawab Vania lembut menatap Desi. Kedua tangannya terjulur pertanda ia yang ingin menjalankan peran ibu sesungguhnya. “Ah, kamu yakin udah kuat Va? Tiduran dulu aja nggak apa-apa, selama mama di sini, biar mama yang urus.” Seru Desi yang menolak halus permintaan Va

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN