Hidup itu sepenuhnya tidak boleh cepat merasa bangga Semula aku pikir akulah wanita paling bahagia yang memiliki segalanya Suami tampan, kaya nan mapan serta selalu menghujaniku perhatian dan cinta Aku terlena, sungguh... larut dalam kebahagiaan itu hingga lupa bahwa seindah apapun pesta, semua akan usai juga. Kini manisnya bahagia yang aku cecap itu terasa sampai pada masa kadaluwarsanya Dia masih ada di dekatku, namun jarak hati kami terasa kian menjauh Apalagi yang bisa membuat aku bertahan? Air mata? Nyaris kering sudah aku tangisi setiap malam Bahkan tekadku untuk memberikan rasa nyaman bagi anakku yang masih berada dalam kehangatan rahim, pun hanya tersisa harapan kosong. Ku tangisi nyaris setiap malam, enggan terpisahkan darinya walaupun belum bisa aku berikan ia rasa bah

