Suara hati Keira yang menyuarakan ingin bertobat tentu saja tidak sampai pada pendengaran Mbok Jum. Pembantu itupun kurang peka mengartikan ekspresi wajah Keira yang terlihat penuh tekanan dan penyesalan. Ia mengira Keira belum mengerti apa yang disampaikannya kemudian menimpalinya lagi. “Kalau bisa sih non juga minta maaf sama orang yang sudah pernah non sakiti. Dengan begitu, jalan non bisa lebih lapang. Apalagi non sedang mengandung, sebaiknya memang jangan banyak menyakiti orang. Amit amit jabang bayi, non.” Ucap Mbok Jum. Sepasang alis Keira mengkerut, saran yang dilontarkan pembantunya dengan mudah itu terasa sulit baginya. Tidak akan semudah teori, ia harus menemui Vania untuk minta maaf? “Apa harus sampai segitunya mbok? Apa niat mau tobat saja tidak cukup? Kalau dia tidak mau m

