PELAKOR TOBAT

1699 Kata

“Kesempatan kedua yang aku berikan hanya sebatas itu. Terserah kamu mengambil sikap, terima atau tidak... aku tidak masalah.” Gumam Daniel dengan arogansi yang begitu menyebalkan, untung saja Vania tidak menatap kepadanya. Daniel memang sengaja menegaskan lagi kehendaknya untuk memecah keheningan. Sejak tadi Vania tampak terguncang dan belum juga memberikan tanggapan. Perlahan bola mata Vania berputar ke arah di mana Daniel berdiri. Menghunuskan tatapan tajam seakan hendak menguliti pria itu. “Pilihanmu itu seakan menyuruhku memilih hati dan jantung. Pilihan yang sama-sama akan membunuhku!” Seru Vania dengan suara bergetar. “Itu hanya janin, belum juga dilahirkan! Kamu bicara seakan aku seorang pembunuh!” Ketus Daniel. “Ya, kamu memang hendak membunuh. Bahkan membunuh darah dagingmu sen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN