Daniel tak lagi sabar memencet bel apartemen Keira, setelah hampir lima belas menit intens membunyikannya namun tak kunjung disambut. Kini tangan Daniel menggedor pintu di depannya, emosinya mulai diuji oleh kesabaran yang nyaris lenyap lantaran dipermainkan oleh Keira. "Aku tahu kamu di dalam, bukain pintunya!" Pekik Daniel di sela ketukannya. Ia tak peduli jika reaksi berlebihnya membuat dia berurusan dengan pihak keamanan apartemen, selama cara itu bisa memancing Keira keluar. Sekalian saja menguji apakah wanita itu punya kepedulian padanya. Keira melipat tangannya dan mengintip dari layar CCTV, setelah membiarkan Daniel berusaha dan berharap ia bosan menunggu, tampaknya justru Keira yang hampir menyerah. Ia semakin tak tega melihat Daniel yang masih keras hati hingga menggedor pi

