Langkah sepasang kaki wanita yang mengenakan heels setinggi lima belas centi berhenti tepat di sebuah kamar dengan nomor 137. Tangannya terjulur hendak memencet bel yang tepat di hadapannya, namun beberapa detik sebelum menyentuh benda itu, ia mengurungkan niatnya lagi. Berpikir sejenak dalam keheningan di sekitar, lalu menghela napas dengan hembusan yang kasar terdengar. Aku sudah melangkah sejauh ini tapi kenapa baru terasa ragu? Cmon Kei, ini bukan perkara cinta saja, tapi kalau kamu tidak berjuang, tidak akan ada hasil yang bisa kau harapkan. Apa salahnya berhubungan dengan pria itu? Dia masih muda dan cukup tampan, tidak perlu cinta untuk bisa tidur dengannya. Kamu hanya perlu memejamkan mata dan membayangkan bercinta dengan Daniel. Keira terus menyemangati dirinya yang mulai goyah

