PASANGAN HALAL

1715 Kata

Ima meminggirkan sapu di tangannya saat melihat salah satu majikannya pulang di saat tidak terduga. Pelayan muda itu berlari memberi penyambutan pada nyonya muda yang berjalan masuk tergesa-gesa. Penampilan Vania yang sedikit berantakan dan wajahnya yang kusut membuat Ima terkejut setengah mati. “Nyonya kenapa?” Reflek Ima bertanya seperti itu. Vania tidak berhenti melangkah walaupun ditodong pertanyaan seperti itu. Tidak berniat melirik ke arah Ima yang begitu cemas melihat tampang kusutnya saat ini. Untung saja Vania menyimpan syal di dalam mobil, ia bisa menutupi pakaiannya yang sobek. Tapi tidak sepenuhnya memperlihatkan kondisi jiwanya yang belum stabil, masih ada sisa ketakutan yang terlihat di wajahnya meskipun ia sudah lolos dari cengkeraman Brian. “Aku nggak apa-apa, jangan ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN