“Lihatlah aku... akulah satu-satunya yang setia kepadamu” Desis Keira dengan senyum binalnya, kemudian perlahan menempelkan bibir merahnya pada bibir Daniel. Daniel terkesiap, lamunannya yang melenakan kesadaran malah disalah gunakan oleh Keira yang mencuri kesempatan untuk menggodanya. Sontak ia mendorong kencang tubuh wanita itu hingga mundur beberapa langkah dari tubuhnya. “Aarrghh! Bisa pelan nggak? Aku lagi bawa anak kamu nih!” Bentak Keira yang kesal akibat perlakuan Daniel yang kasar itu. Daniel tidak peduli, ia sudah cukup muak melihat sikap Keira. Seraya menggertakkan gigi, Daniel berjalan cepat mendekati wanita itu kemudian menarik tangannya dan menyeretnya menuju pintu. “Lepasin! Aku nggak mau pergi! Aku mau tinggal di sini lagi. Ini anak kamu... anak ka... mmm....” Daniel t

