"Sebaiknya kamu segera pergi dari sini." Uajr Vania gusar, begitu usai permainannya dengan Brian yang kurang lebih menghabiskan waktu setengah jam. Kini keduanya sibuk merapikan diri dengan memunguti pakaian yang berhamburan di lantai. Brian menatap lembut ke arah Vania, rasanya belum puas untuk segera mengakhiri apa yang baru dimulai. Terlebih, ia ingin tahu kepastian Vania tentang hubungan mereka selanjutnya. "Va, makasih ya... kamu udah ijinin aku masuk ke dalam hatimu." Wajah Vania bertekut, setelah hasratnya tersalurkan, barulah ia merasa ada sedikit rasa bersalah yang berkecamuk melawan rasa nikmat yang masih tersisa. "Hmm... sebaiknya juga kita lupakan saja, anggap nggak pernah terjadi." Ujarnya tegas dan agak kestus. Brian mengernyitkan dahi, dengan kondisi baju yang belum rap

