PERINGATAN

1588 Kata

“Nyonya... Ng mungkin dedeknya lapar.” Lena terus bersikap canggung pasca menjadi saksi hidup dosa yang diperbuat majikan wanitanya. Kendati bukan urusannya namun ia merasa punya beban mental tersendiri terhadap apa yang dilihatnya. Vania memperhatikan betul gerak-gerik Lena yang kikuk padanya, ia hanya menyeringai saja saat terbayang gadis itu mengetahui kedoknya. “Aku barusan nyusuin dia, ya mungkin belum merasa nyaman aja si dedek.” Ujar Vania kalem, untungnya tangisan Laurent bisa ia atasi. Bayi mungil itu kembali tertidur lagi, Vania perlahan menggendongnya kembali ke ranjang bayi. “Ng iya, nyonya.” Jawab Lena kaku. Vania berbalik badan kemudian melirik tajam ke arah Lena, ia harus membuat perhitungan pada gadis itu. “Lena, aku pribadi sangat menyukai kamu, sifatmu juga baik dan te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN