MABUK YANG MENJERUMUSKAN

1815 Kata

Desi hanya diam saja melihat Vania dan Arman yang tergesa-gesa masuk ke dalam mobil. Padahal baru saja Arman kembali, namun pergi lagi tanpa sempat berganti pakaian atau sekedar berleha-leha sejenak. Desi menghela napasnya, tidak mungkin juga ia ikut pergi bersama mereka. Lebih baik menunggu di rumah dan mendoakan segala yang terbaik untuk putrinya. Ia yakin Arman bisa dipercaya dan tidak akan gegabah bila nanti berhadapan dengan Daniel dalam perebutan anak. Bagaimanapun Laurent masih lebih terjamin berada dalam pengasuhan ibunya ketimbang ayahnya yang sibuk bekerja. Vania dan Arman sudah berada di dalam mobil, dengan lincah tangan Arman memutar kunci dan menyalakan mesin mobil. Ia melirik Vania yang tampak sudah mengenakan sabuk pengaman. “Daniel biasa pulang jam berapa?” “Nggak mesti p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN