BAB 25

1566 Kata

“Ya nggaklah!” jawab Dewa cepat, sembari tertawa lebar. Ekspresi jengkelnya tadi sudah lenyap, dan entah kenapa, Kinara mulai menyukai suara tawa itu. “Bisa-bisanya kamu pake nanya.” “Tapi kamu gantiin bajuku? “Apa harusnya aku biarin aja kamu tidur pake baju basah kena muntahan?” Kinara mengernyit. “Euhhh ... no.” Obrolan mereka terhenti saat Dewa menerima telepon dari ibunya. Keduanya berbincang cukup panjang. Kinara berhasil menangkap dua isinya. Pertama, ibunya ingin Dewa menemani ayahnya main golf—yang langsung Dewa tolak mentah-mentah. Kedua, orangtua Dewa ingin bepergian naik pesawat dan mereka minta Dewa mengurus tiketnya—yang langsung disetujui tanpa banyak protes. “Mama selalu ngerasa kalau akhir pekan adalah saat yang tepat buat telepon anak-anaknya,” terang Dewa setelah me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN