“Mau ke mana, Kin?” Kinara yang tengah menunggu lift mendongak dan mendapati Tommy tengah berjalan ke arahnya. Satu tangannya tersembunyi di saku celana. Pria itu tersenyum hangat. “Oh, hai!” balas Kinara, balas tersenyum. “Mau ngopi di bawah. Suntuk ngejar target terus.” “Oh, kebetulan. Gue juga pengin beli kopi. Barengan?” Kinara mengangguk pelan, mengiakan ajakan itu. Beberapa detik kemudian, terdengar bunyi ding yang menandakan lift tiba. Pintu logamnya terbuka dengan halus, memantulkan cahaya lampu koridor yang temaram. Mereka melangkah masuk, dan suasana hening sejenak saat lift mulai bergerak turun. Percakapan ringan mengisi ruang kecil itu, bercampur dengan suara dengung mesin yang samar. Begitu pintu lift terbuka di lobi, aroma kopi yang hangat langsung menyambut mereka. Cof

