“I thought we had a date today.” Kinara meringis, sembari membuka pintu apartemennya lebih lebar, agar Dewa bisa masuk. “I said I can’t. Sorry.” Membiarkan Dewa yang menutup pintu, Kinara kembali ke ruang tengah yang super berantakan. Laptop menyala di meja, berkas-berkas bertebaran, dan cangkir kopi kosong tergeletak dengan merana di atas meja. Dewa yang membuntuti di belakangnya seketika bersiul kecil. “What happened? Nggak biasanya ruangan ini kayak kapal pecah.” Kinara duduk di sofa dan langsung kembali ke balik laptop. Sementara Dewa mengempaskan p****t di sebelahnya. “Biasalah. Harus kerja,” jawab Kinara. “In the middle of the weekend?” tanya Dewa heran. “Kamu tahu, kan, kalau minggu depan aku raker dan evaluasi?” Dewa menjawab pertanyaan Kinara dengan anggukan. “Nah, file yan

