“Menurutmu, kenapa seseorang bisa kesepian, padahal dia punya pasangan?” Kinara yang tengah memperhatikan deretan toko mainan di pinggir jalan yang mereka lewati melalui jendela mobil, menoleh. Ekspresi Dewa datar-datar saja. Satu hal yang mulai dipahami Kinara dari pria ini adalah bahwa otaknya tidak pernah berhenti berpikir dan sering kali memikirkan hal-hal absurd. Jadi, Kinara tidak lagi kaget ketika mendapatkan pertanyaan yang random-tapi-bikin-mikir itu. Malahan, bagi Kinara, hal itu membuat sosok Dewa semakin menarik. “Menurutku, karena ekspektasi yang nggak ketemu sama realita.” “Penjelasannya?” “Ya ...” Kinara mengedikkan bahu. “Apa yang dia harapkan dari hubungan itu, nggak tercapai. Apa yang dia harapkan ada dalam diri pasangannya, nggak terpenuhi. Dan dia nggak mampu meneri

