BAB 57

2324 Kata

Sekali lagi, Kinara harus mengakui hal ini. Suasana ini, pemandangan ini, perasaan ini. Kinara cukup menyukainya, kalau tidak mau bilang “sangaaaat menyukainya.” “Kinara!” Kinara menoleh menanggapi panggilan untuknya. Dari salah satu meja bundar yang tersedia, Tante Sindu melambaikan tangannya. “Kamu ngapain bengong di situ, Nak? Sini, duduk sini.” Kinara tertawa kecil sembari menunjuk ke arah depan aula di mana pasangan-pasangan saling berdansa. Lalu Kinara mengangguk kecil dan menghampiri tempat duduk Tante Sindu dan keluarga Rusdi Hutama lainnya. “Jangan kaget. Anak itu emang paling semangat kalau ada acara-acara beginian,” terang Tante Sindu, saat Kinara duduk di salah satu kursi di meja melingkar itu. “Menggemaskan kok,” sahut Kinara sembari tertawa lagi. Pandangannya lagi-lagi

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN