Sekali lagi, Kinara harus mengakui hal ini. Suasana ini, pemandangan ini, perasaan ini. Kinara cukup menyukainya, kalau tidak mau bilang “sangaaaat menyukainya.” “Kinara!” Kinara menoleh menanggapi panggilan untuknya. Dari salah satu meja bundar yang tersedia, Tante Sindu melambaikan tangannya. “Kamu ngapain bengong di situ, Nak? Sini, duduk sini.” Kinara tertawa kecil sembari menunjuk ke arah depan aula di mana pasangan-pasangan saling berdansa. Lalu Kinara mengangguk kecil dan menghampiri tempat duduk Tante Sindu dan keluarga Rusdi Hutama lainnya. “Jangan kaget. Anak itu emang paling semangat kalau ada acara-acara beginian,” terang Tante Sindu, saat Kinara duduk di salah satu kursi di meja melingkar itu. “Menggemaskan kok,” sahut Kinara sembari tertawa lagi. Pandangannya lagi-lagi
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


