BAB 34

1687 Kata

‘Berengsek,’ maki Kinara dalam hati. Kemarahan dan kekecewaan menggelegak di dadanya. Tommy mungkin tidak salah paham, justru Kinara lah yang salah paham. Dihelanya napas panjang, berusaha menenangkan diri, meski rasa takut juga sudah mulai mencengkeram tengkuknya. “Lo nggak salah paham, tapi bukan hubungan kayak gini yang gue mau.” Tommy memandangnya dengan mata menyipit. Dan Kinara menjadi gugup. Amarah dan nafsu yang membara di mata pria itu menyimpan ribuan potensi hal-hal tidak menyenangkan. Kinara paham. Kinara mengerti, dan jujur saja dia khawatir pada apa yang bisa saja Tommy lakukan jika keinginannya tidak dituruti. “Gue … ini terlalu cepat, oke?” Kinara berusaha menjelaskan. “Ini nggak benar. Kita nggak bisa ngelakuin ini. Kita belum lama jalan, Tom. Gue nggak mau terburu-buru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN