Perjalanan menuju apartemen Kinara berlangsung dalam keheningan. Kinara terus-terusan mengutuki kebodohannya yang tidak mampu membaca karakter seseorang dengan baik. Sekarang, meninjau ulang sikapnya kepada Tommy, rasanya seperti menelan pil ketololan, satu demi satu sampai seratus. Kinara juga heran bagaimana Tommy yang dia kenal sejak lama bisa bersikap demikian. Sejauh yang dia ingat, Tommy tidak pernah bersikap aneh-aneh kepadanya. Sikapnya selalu sopan dan hangat, terutama kepada Kinara. Bagaimana bisa pemuda yang seperti itu berubah menjadi pria gila yang ditemuinya tadi? Bagaimana mungkin Tommy bisa mengatakan dan melakukan hal-hal seburuk itu kepadanya? Namun, kemudian Kinara menyadari bahwa banyak kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang terdekat, entah itu pacar, saudar

