“Nara!” seruan seorang pria yang sangat Nara kenal tiba-tiba terdengar. Baik Nara ataupun Arion seketika menghentikan langkahnya, dan berbalik ke belakang, menatap kea rah asal suara. “Victor,” gumam wanita itu setengah berbisik. Arion bisa merasakan jika pegangan tangan Nara yang mengait di lengannya mulai bergetar menahan perasaannya. Pria itu pun segera melepas pegangan tangan tersebut dan beralih merangkul pundak istrinya, agar Nara bisa merasa sedikit tenang. “Ngapain kalian di sini?” tanya Victor dengan mata yang tak ia lepaskan dari rangkulan tangan Arion pada bahu mantan tunangannya itu. “Kami sedang berulan madu,” jawab Arion, sengaja. Mata Victor seketika membelalak mendengar jawaban yang diberikan Arion padanya. Pria itu seketika menarik pergelangan tangan Nara, hendak