Arion yang sudah bersiap untuk pergi makan malam, saat ini sedang berdiri di depan jendela kamar, menunggu Nara selesai mengganti pakaian di dalam kamar mandi. Sesekali pria itu melihat jam yang melingkar di tangannya, lalu kembali bersidekap sambil memandangi salju yang semakin lama semakin menebal. Drrttt …. Drrttt …. Suara getaran ponsel dari dalam saku jaket tebalnya tiba-tiba terdengar. Arion segera membuka kembali ritsleting jaket yang sudah tertutup rapat itu, lalu mengambil benda tersebut seraya melihat siapa yang menghubunginya. Arion menggeser tombol hijau ke atas, lalu menempelkan ponsel tersebut pada telinganya. “Ada apa lo hubungin gue selarut ini?” tanya Arion saat sambungan teleponnya mulai terhubung. “Bukannya di sana masih pukul delapan malam?” tanya Niki dari seb