15. Akhir Kisah Anisa

302 Kata

Berusaha untuk tidak merepotkan, akhirnya Anisa menahan rasa sakitnya. Pagi itu, Anisa berniat untuk salat subuh. Setelah berwudlu, Anisa menggelar sajadahnya. Rasa sakit tiba-tiba datang. Akhirnya Anisa memutuskan untuk salat sambil berbaring di ranjangnya. Usai menunaikan kewajibannya, Anisa melipat tangan di bawah dadanya. Saat itu juga Anisa mengembuskan napas terakhirnya. *** Mendengar kabar buruk, Bayu dan Nadira segera mendatangi pondok pesantren di mana Anisa berada. Sesampainya di sana, air mata Bayu berjatuhan. Melihat Anisa telah terbujur kaku di tengah orang-orang yang sedang membacakan surat yasin untuknya. Ustad Imran segera membawa Bayu dan Nadira ke dalam. "Apa yang terjadi, Ustad?" tanya Bayu pelan. "Ginjalnya bermasalah. Nak Anisa tidak mau dirawat di rumah sakit.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN