"Eh, maaf." Spontan, Clara berucap. Ia terbangun dan menyadari kalau hari sudah gelap. Ia masih di dalam mobil San. Dan .... San juga tertidur rupanya. Clara menatap laki-laki di sampingnya dengan kagum. San tidak membangunkannya dan malah ikut tertidur. Apakah San sudah bisa dikategorikan sebagai laki-laki sejati? Ah, kenapa sosok San, selalu saja bertingkah mirip tokoh-tokoh utama lelaki di dalam novel-novel picisan yang Clara baca. Clara masih senyum-senyum sendiri, mengingat sebuah pemikiran konyol, bahwa bisa jadi, San memang merupakan tokoh fiksi di dalam sebuah novel romantis yang loncat dari buku. Menjadi sosok yang bernyawa dan ditakdirkan untuk Clara saja. Konyol dan aneh. Gadis itu menepuk keningnya sendiri. Hujan juga sudah reda sekali. Hanya tersisa genangan di jalan d

