Pagi yang sedikit mengejutkan. Saat memasuki kantor, Clara berpapasan dengan Kristo Wijaya beserta para pengawalnya. Politisi itu terlihat seperti sedang menahan amarah. Clara tak berani menatapnya lama-lama. Apalagi, beberapa pengawalnya seolah memberi isyarat agar menjaga jarak. Entah apa yang sedang terjadi, tapi dapat dipastikan, memang sedang ada sesuatu yang terjadi. Mungkin, sesuatu yang gawat atau mungkin ada bawahannya yang melakukan kesalahan. Clara tidak tahu dan merasa tak perlu mencari tahu. Toh, itu bukan urusannya. Clara pun masuk ke ruangannya tanpa memikirkan hal itu lebih lanjut. Gadis itu bekerja seperti biasa dan berusaha menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Pikirannya malah kembali teringat tentang permintaan San soal bertemu dengan Ibu dan adiknya. Pemikiran

