"Apa masih bisa menghubungi Tora?" tanya San, sedikit geram. Ada kilatan yang tak bisa dijelaskan, yang terpancar di mata San. "Dia sudah terbang ke Amerika. Mungkin sudah sampai, atau sebentar lagi sampai. Tapi untuk menghubunginya, agak sulit. Kita mungkin hanya bisa menghubungi seseorang yang mengawasinya dari jauh. Ponselnya kan ada di kita. Aku tidak mengembalikan ponselnya." San memijit kepalanya. Pusing. "Hanya kekasihmu, satu-satunya kunci yang harus dibuka. Dia mungkin menyembunyikan sesuatu yang tidak kita ketahui. Kubilang kan, tadi. Tanya saja, tapi pelan-pelan. Kalau dia memang benar-benar kekasihmu, ya, pasti dia akan mengatakannya dengan mudah. Tidak akan ada yang dia sembunyikan." San mengangguk. "Ya. Sore ini, aku akan bertemu dengannya. Tapi, aku merasa tidak tenang s

