Hujan yang masih deras dan menimbulkan hawa dingin, membuat Clara beruntung bisa masuk ke dalam mobil tanpa kehujanan sedikit pun, karena San begitu sigap menjemput dan memayunginya. Di dalam mobil, rasanya hangat dan aman. San melajukan mobil perlahan, sangat hati-hati. Seperti biasa, jika hujan tiba, ia takkan mengendara terburu-buru. Kepala Clara dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang masih sama. Namun, ia yakin kalau saat itu bukan waktu yang tepat untuk mengeluarkan semua pertanyaan tersebut. Clara takut kalau San kembali menunjukkan kemarahan yang tak bisa ia duga. Gawat kalau itu terjadi. Bisa-bisa, nyawa taruhannya. Bayangkan saja. Hujan sangat deras dan yang pegang kendali untuk mobil yang sedang ditumpanginya adalah San. Makanya, Clara tak bisa. Manusia kan, tidak bisa dite

